Sabtu, 05 Desember 2009

SISTEM EKSKRESI (Biology)

Excretory system (Sistem Ekskresi) :
the removal of waste substances from the body (pengeluaran zat-zat sisa dari dalam tubuh)



Organ-organ ekskresi adalah:
- skin (kulit) - lungs (paru-paru)
- liver (hati) - kidney (ginjal)

Mengapa sistem ekskresi penting untuk kesehatan?
Penting karena zat-zat sisa tersebut beracun.

Zat-zat sisa tersebut adalah :
  Karbon dioksida dan uap air yang dikeluarkan melalui paru-paru.
  Zat-zat sisa proses pencernaan yang dikeluarkan melalui usus besar dan dubur.
  Urea, uric acid, garam mineral, air, amonia, dan zat-zat sisa yang mengandung nitrogen dikeluarkan oleh ginjal dan kelenjar keringat.

A) Ginjal
Fungsi: untuk membentuk dan mengeluarkan urine
Struktur: korteks (di luar), medulla (di dalam)

> Pada bagian korteks ginjal terdapat alat penyaring darah yang disebut nephron. Nefron terdiri atas malphigi dan tubulus.
> Dalam Malphigi terdapat: Glomerulus dan Kapsul Bowman (Funsi keduanya adalah membentuk urine primer)
> Dalam Tubulus terdapat:
---> Tubulus Kontortus Proksimal
---> Tubulus Kontortus Distal
---> Tubulus Kontortus Kolektivus
---> Lengkung Henle

Fungsinya:
-> Mengeluarkan zat-zat metabolisme tubuh yang mengandung nitrogen (Ex: Ammonia).
-> Mengeluarkan mineral berlebih seperti vitaman yang larut dalam air.
-> Mengontrol kelebihan cairan sel dengan membuang/mengeluarkan lebih banyak air.
-> Mengontrol asam dan basa.

PROSES TERBENTUKNYA URINE:
(1) Penyerapan (Filtration)
--> Terjadi di dalam malphigi (dari glomerulus sampai Kapsul Bowman)
--> Filtratnya disebut urine primer (mengandung air, glukosa, ion Na+ dan Ca2+)

(2) Penyerapan Kembali (reabsorpsi)
--> Terjadi proses penyerapan kembali urine primer dan filtat (disebut urine sekunder)
--> Ada 2 macam Reabsorpsi=
A) Obligat (di tubulus konortus prosimal sampai tubulus kontortus distal)
b) Fakulstif (dari tubulus kontortus distal sampai tubulus kontortus kolektivus, dibantu hormon antidiuretika/ADH untuk air dan hormon paratiroid/PTH untuk kalsium)

(3) Pengeluaran zat yang tidak berguna
--> Terjadi di tubulus distal.
--> Mengeluarkan zat yang tidak berguna atau berlebih (Ex: H+ dan K+)
--> Hasilnya urine sesungguhnya
--> Zat yang ada di urine= air, mineral, vitamin, obat, hormon, urea, asam urat, kreatinin
--> Dalam keadaan tidak normal, dikeluarkan juga zat berlebih (contoh: glukosa pada penderita diabetes melitus)

<> Urine yang merupakan zat sisa berupa cairan dikeluarkan oleh ginjal, melalui tubulus yang disebut ureter ke kandung kemih.
<> Kandung/kantung kemih menampung urine sampai dekeluarkan oleh tubuh melalui uretra, tubulus/saluran membawa urine dari uretra sampai ke luar tubuh.

Gangguan Sistem Ekskresi:
- Diabetes insipidus: kurangnya hormon ADH, volume urine bisa 30xlipat volume normal
- Hepatitis A,B dan C: disebabkan oleh virus, menyebabkan penyakit pada hati
- Nefritis: kerusakan glomerulus (nefron) akibat infeksi kuman penyakit (bakteri streptococus)
- Batu ginjal: penyakit yang disebabkan batu ginjal akibat dari kurang minum atau menahan kencing.

B) Kulit
Bagian-bagian kulit dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
- Epidermis (bagian luar)
- Dermis (bagian dalam)

Pada epidermis terdapat:
> Lapisan korneum: mati dan mengelupas bewarna putih
> Lapisan insidium: bewarna terang
> Lapisan granulosum: mengandung pigmen
> Lapisan germinativum: tumbuh dan selalu membelah

Fungsi kulit
1. Alat ekskersi berupa keringat dan minyak.
2. Melindungi tubuh terhadap gesekan, pengaruh sinar, kuman, suhu, dan zat kimia.
3. Alat peraba dan perasa.
4. Tempat membuat vitamin D dari perombakan provitamin D.
5. Mengatur suhu tubuh.
6. Tempat menyimpan kelebihan lemak.

Gangguan pada kulit: kadas, kudis, kurap, panu, dll.

C) Paru-Paru (pulmo)
Fungsi utama paru-paru adalah sebagai alat pernafasan.
Sebagai alat ekskresi:
paru-paru mengekskresikan zat sisa metabolisme karbon dioksida dan uap air

D) Hati (hepar)
Tempat: rongga perut sebelah kanan, bawah sekat rongga
Warna: merah tua
Fungsi:
1. Mengubah zat gula menjadi glikogen (gula otot)
2. Membentuk urea yang berasal dari amoniak
3. Tempat mengubah provitamin A menjadi vitamin A
4. Tempat pembentukan protrombin
5. Membunuh bibit penyakit dan menetralkan racun
6. Merobak hemoglobin menjadi bilirubin

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar