Kamis, 26 November 2009

MONEY (Ekonomi)

I. Pengertian Uang
Money/Uang -->
adalah segala sesuatu yang dapat diterima secara umum oleh masyarakat.

II. Sejarah
5 Tahap Sejarah Uang
1. Tahap Primitif (alam)
2. Barter
3. Uang Barang (kerang, perhiasan, kulit binatang, potongan besi)
4. Koin (emas, perak, perunggu, tembaga)
5. Uang kertas dan logam

III. Syarat Uang
1. Diterima oleh umum
2. Mudah dibawa dan disimpan
3. Kualitas (kualitas kertas dan tinta -> tidak mudah rusak atau dipalsukan)
4. Nilainya tetap/stabil
5. Mudah dibagi-bagi

IV. Fungsi Uang
Uang mempunyai dua fungsi:
- Fungsi Asli
- Fungsi Turunan

Fungsi Asli --> 1) Alat penukar (barang-uang-barang atau uang-barang)
2) Satuan hitung
contoh: 1kg beras = Rp. 2.500,00
2kg beras = Rp. 5.000,00
3kg beras = Rp. 7.500,00

Fungsi Turunan --> 1) Alat Pembayaran (membayar telepon, listrik, pajal, tol)
2) Alat Pemindah Kekayaan (uang 200 juta dibelikan tanah 300 m2)
3) Alat Penimbun Kekayaan (menabung uang di bank atau celengan)
4) Alat Penunjuk Harga (label yang tertera di barang)
5) Alat Komoditas (Pertukaran Rp dengan US $ di money changer)
6) Alat Pembayar Utang
Contoh: Ibu Dani berhutang 100 kg beras ke Ibu Susi. Besoknya
Ibu Dani membayar utangnya dengan uang Rp 500.000,00
7) Alat Sarana/ Pendorong Kegiatan Ekonomi
(konsumsi, produksi, distribusi)

V. Jenis-Jenis Uang

a) KARTAL
- Dibuat dan dicetak oleh Bank Indonesia (Bank Sentral)
- Hak monopoli/oktroi (PT. Peruri)
Contoh : 1. uang kertas (1.000,2.000,5.000,10.000,20.000,50.000,100.000)
2. uang logam (25,50,100,200,500,1.000)
b) GIRAL
- dibuat oleh Bank umum (BCA,BNS,Mandiri)
Contoh : 1. ATM (untuk tarik tunai dan belanja),
2. Kartu Flazz,
3. Cek (untuk mengambil uang dari rekening orang lain),
4. Bilyet Giro (untuk mentransfer uang),
5. Traveler Cek (untuk ke luar negeri),dll.

VI. NIlai Uang
Nilai uang terbagi menjadi 3:
1) Nilai Intrinsik --> nilai bahan pembuatnya
- uang logam : nilai nominal = nilai intrinsik
- uang kertas : nilai nominal > nilai intrinsik
2) Nilai Nominal --> nilai yang tertera pada lembar uang (1.000,2.0000,5.000,dll)
3) Nilai Riil > internal : nilai yang diukur berdasarkan kemampuannya ditukarkan dengan barang
> eksternal : nilai uang yang diukur berdasarkan ditukarkan ke mata uang lainnya (valas)

VII. Motif Orang Memegang Uang
a. Motif Transaksi = berhubungan dengan kegiatan ekonomi (belanja)
b. Motif Berjaga-jaga = menabungkan uangnya
c. Motif Spekulasi = jika seseorang melakukan kegiatan bisnis, membeli saham/ valas (bisa untung/bisa rugi)

VIII. Perubahan Nilai Uang
1) Inflasi
Turunnya nilai mata uang terhadap harga barang akibat jumlah uang beredar terlalu banyak. Dalam suatu negara jumlah inflasi dalam setahun tidak boleh lebih dari 10%.

2) Deflasi
Naiknya nilai uang terhadap harga barang secara umum.
Akibat Deflasi --> produsen tidak mau memproduksi

3) Devaluasi
Kebijakan pemerintah menaikkan nilai mata uang asing ke dalam mata uang asing dalam negeri

4) Revaluasi
Kebijakan pemerintah menurunkan nilai mata uang asing ke dalam mata uang asing dalam negeri

5) Depresiasi
Menurunnya nilai mata uang asing secara terus menerus.

6) Apresiasi
Kenaikan daya beli suatu mata uang asing
Penyebab : langkanya suatu mata uang di dalam peredaran

IX. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Jumlah Uang Beredar
- Tingkat Bunga
- Tingkat inflasi
- Pendapatan Nasional/GNP
- Kondisi Kesehatan Dunia
- Nilai Tukar Rupiah (terhadap hard currency: US $, Euro, dan Yen)

X. Cara Mengendalikan Jumlah Uang Beredar
A) Kebijakan Moneter
1. Penetapan Cadangan Kas
2. Kebijakan Tingkat Diskonto (bunga)
3. Politik Pasar Terbuka
yaitu dengan menjual atau membeli SBI, Call Money
4. Pengetatan Tarif Pajak

B) Kebijakan Fiskal
1. Pemerintah mengurangi belanja negara
2. Menaikkan tarif pajak

XI. Kurs
a) Kurs Jual = Rp dijual untuk membeli mata uang asing
b) Kurs Beli = Rp dibeli dengan menjual mata uang asing

XII. Catatan Tambahan
Fakta Tentang Uang
- Sistem uang modern bermula di Timur Tengah dan Mesir pada sekitar tahun 3000 SM
- Menurut filsuf Yunani, Herodotus, uang logam pertama kali dibuat oleh orang-orang Lydia (sekarang Turki Barat) pada tahun 687 SM. Uang logam ini terbuat dari elektrum, yaitu gabungan emas dan perak.
- Emas pernah menjadi mata uang di seluruh dunia. Bukan dalam arti hafiah. Maksudnya, emas pernah menjadi penjamin mata uang di seluruh dunia. Semua negara mengeluarkan koin emas sebagai penukar mata uang negaranya. Contohnya uang satu dollar Amerika Serikat pernah dihargai sebesar 1/20 ons emas pada masa Presiden McKinley. Standar ini berlaku hingga tahun 1930-an. Tetapi, pada dasarnya ini tetap berlaku hingga tahun 1971.
- Mata uang Indonesia sesungguhnya, yaitu rupiah, pertama kali diresmikan pada tahun 1945 dengan nama Oeang Republik Indonesia (ORI).
- Kartu kredit seolah-olah memiliki fungsi uang karena dapat digunakan untuk melakukan pembayaran. Tetapi sesungguhnya tidak begitu. Kartu kredit bukanlah alat pembayaran, melainkan alat penunda pembayaran. Yang berfungsi sebagai uang adalah benda yang benar-benar digunakan untuk membayar. Misalnya, untuk membayar tagihan kartu kredit, ayahmu mengeluarkan selembar cek. Cek itulah yang bisa disebut uang.
- Eropa Bersatu (Uni Eropa) memiliki satu mata uang tunggal yang disebut dengan Euro. Sebelumnya, setiap negara Uni Eropa memiliki mata uang sendiri. Sistem mata uang tunggal ini berlaku mulai tahun 1999. Sebenarnya, tidak semua negara Uni Eropa menggunakan Euro. Satu-satunya negara Uni Eropa yang tidak menggunakan Euro adalah Inggris.
- Untuk daftar mata uang negara di dunia dapat dilihat di:
http://organisasi.org/daftar_mata_uang_negara_di_dunia?page=2

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar