Konsep Arus Listrik:
Perbedaan Listrik Statis dengan Listrik Dinamis
-------------------------------------------------
Listrik Statis:
- Muatan Listrik diam sementara pada benda.
- Benda dapat berupa konduktor maupun isolator.
Listrik Dinamis:
- Muatan Listrik mengalir pada sebuah penghantar.
- Penghantarnya berupa konduktor.
-------------------------------------------------
Arus Listrik/Arus Konvensional:
Secara Konvensi ditetapkan sebagai berikut= (yang tetap dipakai)
⊙ Arus listrik adalah aliran muatan listrik positif.
⊙ Arus Listrik mengalir dari potensial tinggi ke potensial rendah
Arus Elektron
⊙ Arus listrik sebenarnya adalah aliran elektron.
⊙ Elektron berpindah dari titik yang lebih negatif ke yang lebih positif (dari potensial rendah ke potensial yang lebih tinggi)
Jadi arah arus listrik ...
--> arah arus listrik atau arah konvensional adalah: arah gerak muatan positif
--> arah arus elektron adalah: arah gerak muatan negatif
Besaran Pada Arus Listrik:
disebut juga sebagai Kuat Arus Listrik yang didefinisikan:
"Jumlah muatan yang melewati suatu titik dalam penghantar tiap 1 detik."
Rumus: I=Q/t
Di mana:
<> I= kuat arus listrik (C/s atau Ampere)
<> Q= besar muatan listrik (Coulomb)
<> t= waktu (s)
Definisi 1 Ampere:
"Jumlah muatan listrik yang melalui suatu titik dalam suatu penghantar adalah 1 Coulomb tiap detiknya."
Konsep Beda Potensial:
- 2 titik yang dihubungkan dengan sebuah penghantar konduktor.
- arus listrik dapat mengalir jika 2 titik ada beda potensial
Baterai:
- 2 kutub baterai adalah 2 titik yang mempunyai beda potensial.
- Jika kutub-kutub tersebut dihubungkan, maka akan ada aliran listrik.
- Jika kedua kutub baterai beda potensialnya sudah sama, maka arus listrik tida akan menglir lagi.
Syarat supaya Arus Listrik dapat mengalir dalam sebuah rangkaian listrik:
- Rangkaian Listrik Harus Tertutup
- Harus ada beda potensial antara dua titik dalam suatu rangkaian.
HUKUM OHM:
Kuat arus yang melalui suatu konduktor ohmik (konduktor/komponen dengan nilai hambatan tetap) adalah sebanding dengan beda potensial antara ujung-unjung konduktor asalkan suhu konduktor tetap.
Rumus: V=R.I
Di mana:
<> I= kuat arus listrik (C/s atau Ampere)
<> V= beda potensial atau tegangan (Ohm)
<> T= waktu (s)
Rangkaian Listrik Tanpa Hambatan (R=o) :
Apabila tidak ada hambatan pada sebuah rangkaian arus listrik, dapat terjadi hubungan singkat. Arus dalam jumlah yang sangat besar akan mengalir dalam waktu singkat. Kejadian ini disebut juga konsleting.
Hukum 1 Kirchoff:
Jumlah arus yang masuk ke dalam suatu cabang sama dengan jumlah arus yang keluar dari cabang tersebut. Rumus: Σ I masuk = Σ I keluar
Di mana: Σ I --> jumlah arus listrik
Hambatan/Beban:
berfungsi untuk menghambat arus listrik
Rumus hambatan pengganti:
⊙ Pada Rangkaian Seri
-> Rs= R1 + R2 + R3 + ...
⊙ Pada Rangkaian Pararel
-> 1/Rp= 1/R1 + 1/R2 + 1/R3 + ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
jadi jika ditanyakan berapa beda potensialnya menggunakan rumus apa dong? trimakasih
BalasHapusBisa dengan menggunakan Hukum Ohm yaitu
BalasHapusV=R.I
Di mana:
<> I= kuat arus listrik (C/s atau Ampere)
<> V= beda potensial atau tegangan (Ohm)
<> T= waktu (s)
kereenn lengkapp untuk listrik
BalasHapussyarat-syarat arus listrik dapat mengalir apa dong? terima kasih
BalasHapusInfonya mdh dipahami
BalasHapus